SupervisiPIGMP
MTsN 1 Kota Gorontalo Laksanakan Tahap Akhir Penilaian PIGPM, Fokus pada Pembinaan dan Peningkatan Kompetensi Guru
KOTA GORONTALO – MTsN 1 Kota Gorontalo melaksanakan kegiatan supervisi pembelajaran sebagai bagian dari tahap akhir Penilaian Pendidikan Induksi Guru Pemula Madrasah (PIGPM). Kegiatan yang berlangsung mulai hari ini hingga Jumat tersebut menjadi momentum penting dalam mengevaluasi sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru di lingkungan madrasah. Selasa (03/11/2026)
Penilaian ini melibatkan tiga unsur tim penilai, yakni Pengawas Bina, Kepala Madrasah, dan Guru Pendamping. Sebanyak lima guru menjadi peserta dalam tahap akhir penilaian PIGPM, yaitu Mulki (Guru Informatika), Arnillah (Guru Bahasa Indonesia), Mercyana dan Anggita (Guru Bahasa Inggris), serta Ernawati (Guru Bimbingan dan Konseling).
Supervisi pembelajaran tidak semata-mata diarahkan untuk menilai kinerja guru, tetapi lebih mengutamakan pembinaan, perbaikan, dan peningkatan kualitas pembelajaran. Melalui kegiatan ini, guru mendapatkan pendampingan dalam mengatasi berbagai tantangan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembelajaran.
Selain itu, supervisi juga bertujuan memastikan proses pembelajaran berjalan sesuai dengan standar proses dan kurikulum yang berlaku, mendorong penerapan pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM), serta mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dan moderasi beragama dalam kegiatan belajar mengajar.
Bagi kepala madrasah, hasil supervisi menjadi sumber informasi dan data objektif untuk menentukan langkah pembinaan lanjutan, pengembangan kompetensi guru, serta penyusunan program peningkatan mutu madrasah.
Melalui pelaksanaan tahap akhir PIGPM ini, MTsN 1 Kota Gorontalo berharap para guru dapat semakin mengembangkan kompetensi pedagogik dan profesionalnya, meningkatkan kreativitas dalam mengajar, serta menghadirkan pembelajaran yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
Penilaian ini melibatkan tiga unsur tim penilai, yakni Pengawas Bina, Kepala Madrasah, dan Guru Pendamping. Sebanyak lima guru menjadi peserta dalam tahap akhir penilaian PIGPM, yaitu Mulki (Guru Informatika), Arnillah (Guru Bahasa Indonesia), Mercyana dan Anggita (Guru Bahasa Inggris), serta Ernawati (Guru Bimbingan dan Konseling).
Supervisi pembelajaran tidak semata-mata diarahkan untuk menilai kinerja guru, tetapi lebih mengutamakan pembinaan, perbaikan, dan peningkatan kualitas pembelajaran. Melalui kegiatan ini, guru mendapatkan pendampingan dalam mengatasi berbagai tantangan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembelajaran.
Selain itu, supervisi juga bertujuan memastikan proses pembelajaran berjalan sesuai dengan standar proses dan kurikulum yang berlaku, mendorong penerapan pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM), serta mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dan moderasi beragama dalam kegiatan belajar mengajar.
Bagi kepala madrasah, hasil supervisi menjadi sumber informasi dan data objektif untuk menentukan langkah pembinaan lanjutan, pengembangan kompetensi guru, serta penyusunan program peningkatan mutu madrasah.
Melalui pelaksanaan tahap akhir PIGPM ini, MTsN 1 Kota Gorontalo berharap para guru dapat semakin mengembangkan kompetensi pedagogik dan profesionalnya, meningkatkan kreativitas dalam mengajar, serta menghadirkan pembelajaran yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
Bagaimana pendapatmu tentang berita ini?
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!